Sisi Kelam Idol
Yupss~ sebelum membaca penulis
tegaskan, bahwa penulis sudah melakukan riset terhadap berbagai sumber. Dari artikel
berita hingga video dokumenter. Kalau ada pernyataan yang salah mohon koreksinya dan juga kalau ada pendapat atau masukan lain untuk membantu penulis menjadi penulis yang lebih baik J dan juga ini merupakan sudut pandang penulis ya J Penulis juga tidak menyebutkan mantan trainee dan idol
yang bersangkutan ya~
..........................................................................................................................................................
Beberapa waktu yang lalu media dibuat geger oleh pengakuan dari mantan
anggota trainee dari salah satu agensi. Mereka mengklaim bahwa jalan menjadi
idol penuh dengan lika-liku. Beberapa pengakuan yang dibuat antaranya adalah diitimidasi
oleh sunbae (senior), diskriminasi hingga rasis bagi trainee yang bukan orang
Korea, pelecehan seksual oleh staf, manajer, bahkan ada yang dijadikan “pemuas”,
sampai ada yang mengakui bahwa mereka dipaksa untuk menjani plastic surgery
atau operasi plastik untuk memenuhi standar kualitas kecantikan di industri
hiburan Korea.
Tidak hanya diperlakukan secara seksual, para trainee juga menjalani
kerasnya latihan untuk menjadi seorang idol. Mereka diharuskan berlatih terus
menerus hingga bisa tampil dengan sempurna. Beberapa trainee mungkin ada yang
tidak begitu baik dalam menari maupun bernyanyi. Bahkan bisa bernyanyi pun,
seorang trainee dituntut untuk menyesuaikan vokal suara dengan imej grup. Hal ini
disampaikan oleh salah satu mantan idol (maap ga bisa disebutin😊).
Menjaga penampilan juga menjadi prioritas. Penulis juga sudah sebutkan
sebelumnya bahwa beberapa trainee diharuskan menjalani operasi plastik untuk
memenuhi standar kualitas kecantikan di industri hiburan Korea. Selain penampilan
dari wajah, berat badan juga dalam perhitungan. Seorang mantan trainee
menyatakan bahwa berat badan mereka harus dijaga agar tidak boleh lebih dari
yang sudah ditetapkan agensi. Bahkan betis dan paha mereka diukur, sehingga
mereka melakukan diet yang tidak sehat.
Jika mereka tidak menuruti apa yang agensi perintahkan, mereka akan
diancam. Biasanya ancaman mereka adalah mereka tidak di debutkan sebagai idol
seperti yang mereka cita-citakan. Namun, jika mereka menolak dan memutuskan
untuk berhenti mereka juga akan diancam untuk menerima denda yang cukup besar
dengan kontrak yang sudah mereka setujui sebelumnya.
Menjalani masa trainee bukan masa yang sebentar. Mereka akan dilatih 2-5
tahun (bahkan lebih) untuk menghasilkan kualitas idol yang diinginkan. Selama masa
trainee pembatasan sosial juga diperhatikan. Pengaturan kehidupan pribadi mulai
dari media sosial bahkan harus dihapus, hingga berkomunikasi oleh orang tua. Masa
yang lama menjadi seorang trainee tentu saja harus mengorbankan masa muda. Hal ini
juga disampaikan oleh seorang aktris yang dulunya merupakan seorang mantan idol
dia mengatakan penyesalannya pernah menjalani kehidupan yang sedemikian rupa
dan merasa sudah mensia-siakan masa mudanya.
Bahkan sudah debut sebagai seorang idol pun, mereka juga diharusan membayar
semua “hutang” mereka kepada agensi selama masa trainee yang meliputi seluruh
kebutuhan hidup mereka. Bukan hanya “hutang”, tapi mereka juga menanggung biaya
produksi music video, kostum, dll. Tidak hanya “hutang”, persaingan untuk debut
sering kali terjadi diantara para trainee. Seorang mantan idol favorite penulis pada masanya :’) dalam QnA di channel Youtube-nya menjawab
sebuah pertanyaan, yaitu “ada sebuah grup yang memilki hubungan bisnis” yang
berarti, mereka tampak akur dan baik-baik saja didepan kamera, namun dibalik
itu semua mereka tidak pernah menganggap rekan satu sama lain bahkan mereka
saling mengumpat dan menjadikan grup mereka sebagai hubungan bisnis.
Bahkan sudah menjadi seorang idol pun mereka juga harus menghadapi
masalah-masalah lain seperti sasaeng
dan hujatan. Hal ini bukan hal yang lumrah bagi para idol Kpop. Menghadapi sasaeng dan hujatan adalah hal tersulit.
Dimana para idol juga membutuhkan pengawalan yang ketat dari agensi. Dan juga mental
baja yang harus dipersiapkan dengan matang. Tidak sedikit idol yang sudah lama
berada di industri Kpop, namun tetap tidak tahan akan hujatan dan komentar
buruk terhadap penampilan maupun kritikan terhadap sikap mereka. Hal ini juga
pemicu terbesar yang menyebabkan idol menjadi depresi.
Mungkin kalian juga bertanya-tanya mengapa mereka mau melakukan hal-hal
tersebut?
Sebagian orang Korea mengakui bahwa menjadi seorang idol, selain itu
merupakan sesuatu yang mereka cita-citakan, hal itu juga membuat mereka tidak
butuh sekolah yang tinggi untuk mencapainya mengingat persaingan pendidikan
yang keras di Korea.
PENCERAHAN
Penulis tidak berhak berkomentar bahwa mereka melakukan hal yang sia-sia selama
masa muda mereka. Hal ini juga dibuktikan oleh banyak idol yang berhasil
menggapai mimpi mereka dan menjadi idol yang sukses dan dicintai. Dan juga
mengenai trainee yang diperlakukan buruk juga menurut penulis itu tergantung
dengan agensi yang mereka pilih. Tidak semua agensi memperlakukan hal serupa
terhadap para trainee nya. Pelatihan yang keras merupakan hal yang wajar untuk
meningkatkan kerja sama dan kesempurnaan sebuah grup. Fasilitas trainee juga
diperhatikan oleh agensi, seperti asrama dan biaya kehidupan. Kebebasan bermusik
dan berkarya juga diperbolehkan oleh agensi yang benar-benar menganggap idol
mereka sebagai aset hingga pembagian hasil yang rata dan disepakati oleh idol
juga sering terjadi sehingga idol tidak merasa terbebani oleh agensi. Namun,
seluruh manajemen agensi adalah manusia
yang tak luput dari kesalahan! Kelalaian terhadap manajemen juga sering terjadi
dan membuat fans cemas dan khawatir, namun berbagai hal masih bisa dimaafkan
dan diperbaiki :)
Jadi~ siapa grup idol yang saat ini kalian dukung?
Untuk masukan, pertanyaan, atau komentar bisa hubungi penulis melalui:
Email : mellkook03@gmail.com
Instagram : mellkook03
WA : 0812 6784 7369
Tidak ada komentar:
Posting Komentar